Teknik Pengendalian Hama Tanaman Padi

Teknik Pengendalian Hama Tanaman Padi Reviewed by admin on . This Is Article About Teknik Pengendalian Hama Tanaman Padi

Pengendalian Hama Tanaman Padi – Hama Wereng coklat (Nilaparvata lugens) adalah merupakan hama pertanian yang sangat merugikan budidaya Padi Nasional, dengan serangan hama wereng coklat pada tanaman padi mampu menyebabkan puso pada areal yang luas dalam hitungan waktu yang cukup singkat. Ciri Hama ini sangat mudah beradaptasi dan membentuk biotipe baru yang mampu mentransfer virus […]

Rating: 4

Pengendalian Hama Tanaman Padi – Hama Wereng coklat (Nilaparvata lugens) adalah merupakan hama pertanian yang sangat merugikan budidaya Padi Nasional, dengan serangan hama wereng coklat pada tanaman padi mampu menyebabkan puso pada areal yang luas dalam hitungan waktu yang cukup singkat. Ciri Hama ini sangat mudah beradaptasi dan membentuk biotipe baru yang mampu mentransfer virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput yang daya rusaknya tanaman padi lebih hebat dari serangan hama wereng coklat itu sendiri terhadap tanaman Padi.

Teknologi Pengendalian Hama Padi Wereng Cokelat

Pengendalian hama secara hayati, inundasi adalah teknik memasukkan musuh secara alami dari luar dengan sengaja ke areal tanaman padi untuk mengendalikan hama wereng coklat. Inundasi yang dapat dilakukan adalah penggunaan cendawan Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae sebagai agens hayati.

Efektivitas biakan B. bassiana terhadap hama wereng coklat bisa mencapai 40% (Baehaki et al. 2001). keberadaan Cendawan ini selain dapat mengendalikan wereng coklat pada tanaman padi, juga bisa digunakan untuk menekan dan pengendalian hama walang sangit (Tohidin et al. 1993), Darna catenata (Daud dan Saranga 1993), dan lembing batu (Caraycaray 2003). Formulasi cendawan M. anisopliae dapat menurunkan populasi hama tanaman padi hingga 90%.

Serangan hama padi wereng coklat Pada periode 1970-1980, luas serangan wereng coklat mencapai hingga 2,5 juta ha (Baehaki 1986). Dalam tahun 1980-1990, luas serangan hama padi menurun menjadi 50.000 ha, dan dalam periode 1990-2000 meningkat hingga sekitar 200.000 ha (Baehaki 1999).

Pada tahun 2005 serangan hama wereng coklat terfokus di pulau Jawa dengan keluasan area yang di serang 56.832 ha tanaman padi. Berdasarkan penelaahan terhadap serangan organisme hama pengganggu tanaman sejak 1985-1995, daerah hama dan penyakit pada persawahan padi nasional dapat dibagi ke dalam single dangerous pest area (SDPA), disebabkan oleh tungro atau wereng coklat saja; double dangerous pest areas (DDPA), disebabkan oleh tungro dan wereng coklat atau oleh wereng coklat dan pengerek; triple dangerous pest areas (TDPA), disebabkan wereng coklat, penggerek, dan tungro, bahkan akan berkembang ke quartet dangerous pest area (QDPA) (Baehaki dan Hasa-nuddin 1995).

Lanjutkan Baca Dibawah Ini
Jenis File: PDF/Adobe Acrobat
Sumber:pustaka.litbang.deptan.go.id
[iframe src="http://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/ip021095.pdf " width="100%" height="480"]

Share This Post

Related Articles

Leave a Reply

Copyright © 2014 okezonet.com. All rights reserved.Powered by WordPress